Advertorial

Ananda Moeis Ingatkan Pentingnya Nilai Sosial dalam Proyek IKN

26
×

Ananda Moeis Ingatkan Pentingnya Nilai Sosial dalam Proyek IKN

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis. (Dok.RITMEKALTIM/DFA).
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis. (Dok.RITMEKALTIM/DFA).

RITMEKALTIM – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa pembangunan fisik yang tengah digalakkan di wilayah Kalimantan Timur, terutama dalam konteks pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), harus dibarengi dengan penguatan nilai sosial di masyarakat.

Tanpa hal tersebut, ia memperingatkan bahwa proses pembangunan justru berpotensi menciptakan ketimpangan baru.

Menurut Ananda, geliat pembangunan di Kaltim tidak bisa hanya dilihat dari sisi infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan ekonomi semata.

Ia menyatakan bahwa pembangunan yang tidak berakar pada nilai keadilan, kebersamaan, dan kepedulian sosial akan memperbesar jurang antara kelompok yang diuntungkan dan yang terpinggirkan.

“Ketika pembangunan hanya difokuskan pada fisik dan ekonomi, sementara aspek sosial diabaikan, maka yang muncul adalah ketimpangan. Kita tidak ingin pembangunan IKN menjadi contoh dari eksklusi sosial baru,” ujarnya, Jum’at (13/6/2025).

Ananda menilai bahwa Kalimantan Timur sebagai tuan rumah IKN harus membangun sistem yang inklusif baik secara ekonomi maupun sosial.

Hal ini melibatkan pelibatan aktif masyarakat lokal, perlindungan hak-hak adat, dan jaminan bahwa proses transformasi wilayah tidak mengorbankan tatanan sosial yang sudah ada.

Ia juga menyoroti pentingnya prinsip gotong royong dan solidaritas sebagai fondasi non-fisik dalam pembangunan daerah. Bagi Ananda, nilai-nilai sosial seperti itu harus tetap menjadi roh dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, agar tidak kehilangan arah.

“Kalau kita tidak membangun dengan rasa, maka yang tersisa nanti hanya gedung dan jalan. Tapi masyarakat bisa merasa asing di kampungnya sendiri. Inilah yang perlu kita cegah sejak awal,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pembangunan IKN adalah momentum strategis untuk membuktikan bahwa Indonesia bisa menciptakan kota masa depan yang bukan hanya modern, tapi juga manusiawi.

“Ini bukan soal siapa paling cepat membangun, tapi siapa yang mampu membangun dengan adil dan berkelanjutan,” pungkasnya. *DFA (ADV DPRD KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *