BONTANG – Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) milik Pemerintah Kota Bontang di Kelurahan Api-Api dan Lok Tuan menjadi hunian yang paling diminati masyarakat. Tingginya permintaan membuat tingkat keterisian kedua rusunawa tersebut hampir penuh.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Bontang, Usman, mengatakan Pemkot saat ini mengelola tiga Rusunawa, yakni di Api-Api, Lok Tuan, dan Guntung. Dari ketiganya, Rusunawa Api-Api dan Lok Tuan memiliki tingkat hunian tertinggi, bahkan mencapai sekitar 99 persen, sehingga selalu ada masyarakat yang masuk daftar tunggu.
“Banyak yang antre untuk mengisi hunian di sana. Kalau Rusun Api-Api itu konsepnya hunian sederhana, terkhusus untuk masyarakat yang tidak mampu,” ujarnya saat ditemui, Senin 22 Juni 2026.
Usman menjelaskan, Rusunawa Api-Api dirancang untuk keluarga kecil dengan unit yang telah dilengkapi ruang dapur sehingga mendukung kebutuhan penghuni yang menetap bersama keluarga.
Sementara itu, Rusunawa Lok Tuan menggunakan konsep studio yang menyasar masyarakat pekerja. Unitnya telah dilengkapi tempat tidur dan lemari, sehingga lebih praktis bagi penghuni yang beraktivitas di luar rumah hampir sepanjang hari.
“Tipe studio itu kalau di perkotaan terkhusus untuk masyarakat yang sibuk bekerja sehingga makannya di luar, nanti pulang setelah malam. Jadi di dalamnya itu kita hanya siapkan tempat tidur dan lemari,” katanya.
Menurut Usman, konsep hunian di Rusunawa Lok Tuan juga diterapkan di Rusunawa Guntung. Tarif sewanya relatif lebih tinggi dibanding Rusunawa Api-Api karena memiliki spesifikasi unit yang berbeda.
Selain tipe bangunan, tarif sewa juga dipengaruhi letak lantai. Unit di lantai bawah dikenakan tarif sedikit lebih tinggi karena lebih mudah diakses, sedangkan unit di lantai atas memiliki tarif lebih rendah.
“Lantai bawah lebih mahal sedikit karena lebih mudah diakses. Nanti atasnya lebih murah karena harus naik tangga,” jelasnya.
Data Perkimtan menunjukkan, Pemkot Bontang mengelola 358 unit kamar yang tersebar di tiga Rusunawa, terdiri atas 198 kamar di Api-Api, 70 kamar di Lok Tuan, dan 90 kamar di Guntung.
Tingkat hunian Rusunawa Guntung masih sekitar 40 persen, sehingga pemerintah terus berupaya meningkatkan keterisian melalui perbaikan fasilitas dan optimalisasi pelayanan.
Perkimtan juga telah menerapkan sistem layanan digital melalui aplikasi Aparus. Aplikasi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh informasi mengenai ketersediaan kamar, tarif sewa, hingga melakukan pembayaran secara non-tunai menggunakan QRIS, sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan pengelolaan Rusunawa. (Adv)












