BONTANG – Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Muhammad Sahib, mendorong penataan jaringan utilitas melalui sistem kabel bawah tanah atau underground.
Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi kesemrawutan kabel di ruas jalan protokoler sekaligus meningkatkan estetika wajah kota. Yang dapat diterapkan melalui sistem ducting, yakni jaringan utilitas terpadu yang menempatkan kabel dan jaringan lainnya di bawah permukaan tanah.
“Kota Bontang kalau mau cantik harus mengikuti kayak di Timur Tengah lah paling tidak. Tidak ada kabel di atas, dia underground semua, itu pakai ducting semua,” kata Sahib, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, kondisi geografis Bontang yang relatif ringkas justru menjadi keuntungan untuk menerapkan sistem tersebut. Penataan dapat dilakukan secara bertahap dengan memperhitungkan jalur utilitas yang sudah ada.
“Melihat situasi dan kondisi Kota Bontang juga sempit, itu sangat-sangat memungkinkan bisa dilaksanakan dengan catatan kembali ke APBD kita yang kuat,” terangnya.
Namun, pembangunan jaringan ducting membutuhkan anggaran besar. Rencana tersebut sebelumnya terkendala penyesuaian dan pemangkasan APBD sehingga pelaksanaannya belum dapat dilakukan secara optimal.
DPRD memperkirakan kemampuan anggaran daerah harus cukup kuat, bahkan minimal berada di kisaran Rp 3 triliun per tahun, agar program penataan utilitas tersebut dapat direalisasikan secara serius.
“Selain anggaran, perencanaan teknis juga harus diperhatikan. Penggalian jaringan baru perlu dipetakan dengan matang agar tidak merusak drainase, trotoar, jalan, maupun fasilitas kota lainnya,” imbuhnya.
Sahib pun mendorong agar konsep tersebut dimasukkan dalam perencanaan jangka panjang pembangunan kota. Dengan sistem utilitas yang lebih tertata, Bontang diharapkan memiliki wajah kota yang lebih rapi, modern, dan estetis.
Sahib pun mendorong agar penataan utilitas kota menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang pembangunan Bontang. Menurutnya, sistem utilitas yang tertata akan mendukung wajah kota yang lebih rapi dan modern.
“Penataan utilitas ini harus masuk dalam perencanaan jangka panjang. Kita ingin Bontang lebih rapi, modern, dan estetis,” tandasnya.(Adv)












