Advertorial

Solusi Efisiensi Trotoar, Sisi Drainase Bisa Jadi Jalur Pipa dan Kabel

14
×

Solusi Efisiensi Trotoar, Sisi Drainase Bisa Jadi Jalur Pipa dan Kabel

Sebarkan artikel ini
Pemanfaatan sisi drainase dan ruang sisa jalan sebagai jalur utilitas untuk menghindari pembongkaran trotoar.
Pemanfaatan sisi drainase dan ruang sisa jalan sebagai jalur utilitas untuk menghindari pembongkaran trotoar.

BONTANG – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menawarkan alternatif penataan jaringan pipa dan kabel utilitas tanpa harus membongkar kembali trotoar yang telah dibangun. Salah satu opsi yang dipertimbangkan ialah memanfaatkan sisi dinding drainase sebagai jalur utilitas.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mengatakan pipa saluran air maupun jaringan kabel dapat ditempatkan secara lurus pada sisi luar struktur drainase. Skema tersebut dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan pembongkaran fasilitas pejalan kaki.

“Kalau memang trotoar kita cantik, paling tidak bisa sudah ada menempel di situ, yang drainase itu memang kita bisa perkirakan bisa kita tempel itu pipa PDAM di sampingnya lurus semua,” ungkapnya, Senin (24/8/2026).

Sahib menjelaskan, konsep penataan terpadu semacam itu telah diterapkan di sejumlah daerah. Menurutnya, penggabungan jalur utilitas dalam satu koridor dapat mengurangi pekerjaan penggalian berulang setiap kali ada pembangunan atau perbaikan jaringan.

Selain memanfaatkan sisi drainase, ruang sisa di kiri dan kanan jalan juga dinilai masih memungkinkan digunakan. Ia memperkirakan terdapat ruang sekitar satu meter yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penataan utilitas.

“Di sayap kiri kanan kalau kita mau supaya Kota Bontang cantik itu masih bisa mengambil 1 meter kiri kanan jalan. Paling tidak nempel sama Jalan Awang long tembus ke Kilo 6,” lanjutnya.

Adapun, pemetaan terhadap ruang yang tersedia di sejumlah jalur utama telah dilakukan untuk melihat kemungkinan penerapan skema tersebut. Namun, setiap rencana konstruksi tetap harus didasarkan pada kajian teknis agar tidak mengganggu fasilitas yang telah tersedia, dan penataan utilitas harus dilakukan dengan perencanaan jangka panjang.

Sehingga, dengan koordinasi antarinstansi dan kajian teknis yang matang, pemanfaatan sisi drainase maupun ruang sisa jalan dinilai dapat menjadi alternatif untuk mewujudkan jaringan utilitas yang lebih rapi dan efisien.

“Jangan sampai pembangunan satu jaringan justru membuat trotoar atau jalan kembali dibongkar ketika jaringan lainnya akan dipasang,” imbuhnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *