BONTANG – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Bontang terus diperkuat melalui berbagai langkah intervensi gizi.
Salah satunya dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang, Senin 15 Juni 2026, terkait usulan pengadaan telur ayam untuk masyarakat.
Kepala Bapperida Ade Darmawan, melalui Bidang Pembangunan Manusia, Pemerintahan, Aparatur dan Kesejahteraan Rakyat Bapperida, Hasman memimpin rapat koordinasi itu.
Rapat tersebut membahas pemanfaatan telur ayam sebagai salah satu sumber protein hewani dalam program penanganan stunting.
Dalam pembahasan, telur ayam dinilai memiliki nilai gizi yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selain mudah diperoleh, bahan pangan tersebut juga relatif terjangkau sehingga berpotensi menjadi salah satu bentuk intervensi yang efektif di masyarakat.
Usulan belanja barang untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat tersebut ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan, terutama anak-anak dan ibu hamil yang menjadi fokus dalam program percepatan penurunan stunting.
Rapat koordinasi juga menjadi forum penyelarasan program lintas sektor agar pelaksanaan intervensi gizi dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.
Melalui langkah tersebut, Bapperida berharap upaya peningkatan asupan protein hewani dapat menjangkau kelompok sasaran secara lebih optimal.
Katanya, pemenuhan gizi yang memadai sejak dini dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Program berbasis pemenuhan gizi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam mendukung target penurunan prevalensi stunting sekaligus menyiapkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa mendatang. (Adv)












