Advertorial

DPRD Bontang Dorong Anggaran Pembinaan Atlet Berprestasi Ditingkatkan

12
×

DPRD Bontang Dorong Anggaran Pembinaan Atlet Berprestasi Ditingkatkan

Sebarkan artikel ini
Salah satu atlet Bontang berprestasi Fitri Mawarni
Salah satu atlet Bontang berprestasi Fitri Mawarni

BONTANG -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang mendorong pemerintah daerah memperkuat dukungan anggaran pembinaan olahraga secara menyeluruh.

Langkah ini dinilai Anggota DPRD Kota Bontang, Joni Alla Padang penting untuk memastikan atlet daerah yang berlaga di tingkat nasional maupun internasional memperoleh dukungan finansial dan fasilitas yang layak dari pemerintah.

Seperti yang baru-baru ini, prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet Kalimantan Timur di level internasional. Pesilat asal Kota Bontang, Fitri Mawarni, sukses mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia pada 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 di Vietnam, 17–23 Juli 2026 lalu.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa potensi atlet lokal mampu bersaing di kancah global,” ujar Joni, Kamis (6/8/2026).

Melalu capaian tersebut menurut Joni sekaligus menjadi bahan evaluasi terkait sejauh mana keberadaan dan keberlanjutan dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan atlet selama ini.

Dukungan pemerintah daerah dinilai Joni masih kerap datang terlambat dan lebih banyak berfokus pada pemberian bonus atau apresiasi setelah atlet meraih kemenangan. Padahal, sebelum berdiri di podium juara, para atlet harus melalui rangkaian latihan yang menguras energi, waktu, hingga biaya yang tidak sedikit.

“Banyak itu kasus di beberapa daerah, banyak atlet harus menanggung kebutuhannya secara mandiri. Bahkan, ada atlet yang terpaksa menjual aset pribadi demi menutupi biaya operasional latihan dan kompetisi,” timpalnya.

Fenomena tersebut dinilai Joni menjadi peringatan bagi tata kelola olahraga terkhusus di Kota Bontang. Ia menegaskan, pola pembinaan yang membiarkan atlet berjuang dengan dana pribadi tidak boleh terjadi di daerah.

Pemerintah diminta hadir secara utuh melalui skema penganggaran yang berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana latihan, pemusatan latihan yang terencana, serta pemenuhan kebutuhan operasional atlet secara berkelanjutan.

“Bentuk perhatian pemerintah lebih kepada bagaimana pemberian anggaran untuk pembinaan sebenarnya. Jangan sampai ada atlet yang meraih prestasi tetapi harus menjual aset. Kita tidak menginginkan hal seperti itu terjadi di Kota Bontang,” tegasnya

Menurutnya, atlet yang mampu mengharumkan nama daerah sudah seharusnya mendapatkan dukungan nyata dari pemerintah. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan setelah prestasi diraih, tetapi juga sejak proses pembinaan hingga persiapan menghadapi kompetisi.

“Kita berharap ketika ada atlet-atlet yang memang berprestasi dan bisa mengangkat nama daerah, tentunya dukungan harus diberikan. Dukungan dalam bentuk apa, Ya anggaran,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *