BONTANG – Kebiasaan memberikan apresiasi secara seremonial setelah atlet meraih medali mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang.
Pemerintah daerah diminta mengubah pola tersebut dengan membangun sistem pembinaan atlet yang berjenjang dan berorientasi jangka panjang.
Anggota DPRD Kota Bontang, Joni Alla Padang mengatakan, pencapaian atlet pesilat asal Kota Bontang, Fitri Mawarni, yang sukses mersih medali perunggu bagi Indonesia pada 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 di Vietnam, 17–23 Juli 2026 lalu di tingkat dunia dinilai menjadi momentum berharga yang tidak seharusnya berhenti pada selebrasi sesaat.
“Karena selama ini, perhatian pemerintah baru muncul kalau ada atlet berhasil membawa pulang medali,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Joni menegaskan, pola perhatian yang lebih banyak muncul di tingkat hilir tersebut dinilai mengabaikan proses panjang serta perjuangan yang harus dilalui atlet selama masa persiapan. Melahirkan atlet berprestasi hingga mampu bersaing di tingkat dunia membutuhkan waktu bertahun-tahun dan effort yang besar.
“Karena itu, keberhasilan atlet senior yang telah menembus level internasional seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai figur teladan atau patron untuk memotivasi para atlet muda. Dan di situ harus ada dukungan pemerintah di dalamnya,” bebernya.
Dengan adanya kehadiran figur senior berprestasi disebut Joni menjadi bukti nyata bahwa putra-putri daerah memiliki peluang untuk sukses dan mengharumkan nama Bontang di panggung internasional.
Namun, motivasi saja dinilai tidak cukup tanpa dibarengi komitmen pemerintah dalam menyediakan program pembinaan yang terstruktur. Pembinaan secara berjenjang dan penyediaan fasilitas latihan yang memadai menjadi syarat penting agar rantai regenerasi atlet di Kota Bontang tidak terputus.
Tanpa pendampingan dan dukungan sejak awal proses latihan, daerah dinilai akan kesulitan mempertahankan prestasi secara konsisten pada masa mendatang.
“Terkadang kita lupa pada prosesnya dan hanya melihat pada hasilnya. Kita tidak bisa hanya ramai-ramai memberikan apresiasi ketika juara, sementara prosesnya diabaikan,” terangnya .
Ia menjelaskan, upaya mempertahankan prestasi membutuhkan proses pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan.
“Untuk mempertahankan prestasi, proses pembinaan itu harus berjalan secara berjenjang dan berkesinambungan. Tidak ada yang instan, butuh persiapan matang dan effort besar,” katanya.
Menurut Joni, keberhasilan atlet senior juga harus menjadi sumber motivasi bagi generasi berikutnya bahwa atlet Bontang memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional.
“Keberhasilan senior harus bisa memotivasi bahwa kita bisa, dan itu harus didukung dengan penyediaan fasilitas latihan yang memadai agar regenerasi atlet terus berjalan,” tandasnya.(Adv)












