Advertorial

Kecewa Mangkir Rapat, DPRD Bontang Desak Pertamina Hadir Langsung Bahas Antrean Pertalite

11
×

Kecewa Mangkir Rapat, DPRD Bontang Desak Pertamina Hadir Langsung Bahas Antrean Pertalite

Sebarkan artikel ini
DPRD Bontang saat menggelar rapat antrean dan distribusi Pertalite bersama pihak terkait di Gedung DPMPTSP Bontang, Jumat (28/8/2026). Dan mendesak Pihak Pertamina hadir memberi penjelasan langsung terkait distribusi BBM.
DPRD Bontang saat menggelar rapat antrean dan distribusi Pertalite bersama pihak terkait di Gedung DPMPTSP Bontang, Jumat (28/8/2026). Dan mendesak Pihak Pertamina hadir memberi penjelasan langsung terkait distribusi BBM.

BONTANG – DPRD Kota Bontang meminta pihak Pertamina memberikan penjelasan langsung terkait persoalan distribusi Pertalite yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU.

Permintaan itu kembali disampaikan setelah Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina, Hermawan Bagus Prabowo, tidak hadir dalam rapat pembahasan antrean dan distribusi BBM di Gedung DPMPTSP Bontang, Jumat (28/8/2026).

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Awinardi, mengatakan pembahasan persoalan BBM membutuhkan kehadiran pihak yang memiliki kewenangan dalam pengaturan distribusi. Menurutnya, penjelasan melalui perwakilan dinilai belum cukup untuk menjawab berbagai pertanyaan DPRD.

Awinardi menyebut, Hermawan telah beberapa kali diundang untuk mengikuti rapat, namun kembali tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Ia pun mempertanyakan efektivitas penyelesaian persoalan ini, apabila pihak yang menangani distribusi secara langsung tidak hadir.

“Kalau hanya perwakilan yang datang, nanti penjelasannya sebatas dicatat dan disampaikan kembali. Itu yang membuat kami meminta Pak Bagus hadir langsung,” kata Awinardi.

Ia pun meminta Hermawan hadir dalam rapat lanjutan yang dijadwalkan pada 31 Agustus 2026. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperoleh penjelasan secara langsung mengenai persoalan distribusi BBM di Bontang.

“Untuk tanggal 31, kami minta Pak Hermawan Bagus sendiri yang datang. Kami ingin mendengar langsung bagaimana penjelasan dari pihak yang menangani persoalan ini,” ujarnya.

Selain persoalan kehadiran dalam rapat, DPRD juga menyoroti komunikasi antara pihak Pertamina dengan media. Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry, menyinggung adanya laporan mengenai nomor seorang jurnalis yang disebut diblokir oleh Hermawan.

Alfin menilai komunikasi dengan media penting, terutama ketika persoalan yang dibahas berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, informasi mengenai distribusi BBM perlu disampaikan dan dikonfirmasi secara terbuka agar pemberitaan dapat berjalan berimbang.

“Kalau nanti Pak Bagus datang, hadapi juga jurnalisnya. Jangan menghindar dari pertanyaan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat,” tegas Alfin.

Ia bahkan meminta Hermawan memberikan penjelasan secara terbuka dalam rapat mendatang. Menurut Alfin, apabila tidak mampu menjalankan tanggung jawab tersebut, posisi sebagai pihak yang menangani distribusi BBM perlu dievaluasi.

“Datang saja nanti di rapat dan hadapi semua pertanyaan. Kalau memang tidak mampu menjalankan tugasnya, lebih baik mundur,” tegasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *