BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bersama Komisi C DPRD tengah mengkaji peluang memperoleh bantuan armada bus sekolah dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Wacana tersebut muncul setelah DPRD melakukan studi banding ke Balikpapan yang telah mendapatkan hibah bus dari pemerintah pusat.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mengatakan, armada bus sekolah yang menjadi rujukan menggunakan bahan bakar gas dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.
“Balikpapan mendapat bantuan bus dari pusat, kami ingin mengkaji cara mendapatkannya, termasuk menyiapkan infrastrukturnya karena bus tersebut menggunakan gas, bukan BBM,” papar Sahib.
Namun, Sahib menilai pengadaan armada tidak dapat dilakukan tanpa persiapan infrastruktur. Salah satu kebutuhan utama adalah halte yang memadai di sepanjang rute bus sekolah agar proses naik-turun penumpang tidak justru menciptakan kemacetan baru.
Selain itu, penetapan satu titik kumpul, termasuk di kawasan Jalan Awang Lonng. Jika tidak dirancang dengan baik, satu titik pengumpulan siswa berpotensi menimbulkan penumpukan kendaraan pada jam tertentu.
Karena itu, perencanaan rute dan titik pemberhentian dinilai perlu melibatkan konsultan atau tenaga ahli.
“Karena, kajian harus memperhitungkan kapasitas jalan, jumlah siswa, pola perjalanan, hingga potensi kepadatan lalu lintas,” timpalnya.
Adapun, bantuan armada dari pemerintah pusat nantinya akan diupayakan setelah kebutuhan infrastruktur dan sistem operasionalnya lebih matang. DPRD tidak ingin pengadaan bus dilakukan lebih dulu, sementara fasilitas pendukung belum siap.
“Dengan perencanaan yang tepat, Kita berharap bus sekolah tidak hanya membantu mobilitas pelajar, tetapi juga menjadi bagian dari solusi mengurangi kepadatan kendaraan pada jam berangkat dan pulang sekolah,” tandasnya.(Adv)












