Advertorial

Solusi Anggaran Terbatas, DPRD Bontang Dorong CSR Swasta Poles Total Bontang Kuala

14
×

Solusi Anggaran Terbatas, DPRD Bontang Dorong CSR Swasta Poles Total Bontang Kuala

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mendorong kolaborasi pemerintah dan perusahaan melalui CSR untuk menata kawasan wisata Bontang Kuala, Senin (17/8/2026).
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mendorong kolaborasi pemerintah dan perusahaan melalui CSR untuk menata kawasan wisata Bontang Kuala, Senin (17/8/2026).

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang mendorong keterlibatan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung penataan kawasan wisata Bontang Kuala yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran daerah.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan Bontang Kuala merupakan salah satu ikon wisata unggulan Kota Bontang yang perlu terus dibenahi agar semakin menarik bagi wisatawan.

Maka itu, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menunda pengembangan destinasi wisata yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Mudah-mudahan di perubahan anggaran ini kita bisa berkolaborasi dengan perusahaan melalui CSR untuk memajukan pariwisata Bontang Kuala, bukan hanya menata terpal, tetapi juga lampu hias, jalan masuk, dan fasilitas lainnya,” ujar Andi Faizal, Senin (17/8/2026).

Ia menilai upaya pembenahan yang dilakukan selama ini masih bersifat parsial dan belum mampu mengubah wajah kawasan wisata tersebut secara signifikan. Karena itu, Andi Faiz mendorong adanya penataan yang lebih menyeluruh dan memadai bagi pengunjung.

“Tujuannya menjadikan Bontang Kuala sebagai destinasi wisata yang lebih baik dan memberikan kesan positif bagi pengunjung, dengan tetap menjaga kerapian dan estetikanya,” katanya.

Andi Faizal berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan dapat mempercepat pembangunan sarana penunjang wisata tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD.

“Kalau kualitas kawasan wisata meningkat pasti akan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM, jasa transportasi air, serta usaha kuliner yang beroperasi di kawasan Bontang Kuala,” tandasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *