Advertorial

Bapperida Bontang Sinkronkan Basis Data Penurunan Stunting

16
×

Bapperida Bontang Sinkronkan Basis Data Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin
Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Rapat Koordinasi Data Tunggal Penurunan Stunting sebagai upaya menyatukan basis data lintas perangkat daerah agar program percepatan penurunan stunting berjalan lebih tepat sasaran.

Rapat itu dipimpin Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin, didampingi Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Syarifuddin.

Hadir juga Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta DP3AKB.

Syahruddin mengatakan, keberhasilan penurunan stunting tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program, tetapi juga kualitas data yang menjadi dasar pelaksanaan intervensi.

“Banyak daerah yang berhasil menurunkan stunting karena memulainya dari data. Ketika data kuat, sasaran menjadi jelas, kader bisa bergerak lebih tepat, dan intervensi tidak lagi berjalan di tempat,” ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat perbedaan data stunting yang berasal dari berbagai instansi, mulai dari Dinas Kesehatan, Disdukcapil, DP3AKB, puskesmas, kelurahan, hingga posyandu.

Karena itu, seluruh data perlu disandingkan, divalidasi, dan disepakati bersama agar tidak ada sasaran yang terlewat.

Ia menambahkan, data stunting bersifat dinamis sehingga harus diperbarui secara berkala mengikuti perubahan kondisi di lapangan.

“Kita perlu berkomitmen bersama. Data dari satu produsen ke produsen lainnya harus semakin sinkron, bersih, dan akuntabel. Jangan sampai setiap perangkat daerah berjalan dengan data masing-masing,” tegasnya.

Dalam rapat itu, mereka juga mengevaluasi hasil operasi timbang sebagai salah satu sumber utama data status gizi balita.

Hasil pendataan dinilai memerlukan penguatan koordinasi antara posyandu, puskesmas, kelurahan, dan perangkat daerah agar validitas data semakin meningkat.

Diskominfo Bontang memaparkan pengembangan aplikasi Sistem Informasi Terpadu Stunting (SIRINDU) yang disiapkan sebagai platform integrasi data stunting di Kota Bontang.

Melalui aplikasi inu, data anak dapat dihimpun secara lebih lengkap, mulai dari nomor kartu keluarga, identitas orang tua, alamat domisili, hasil pengukuran, hingga riwayat layanan kesehatan.

Bahkan data dari posyandu, puskesmas, maupun hasil operasi timbang akan ada di sistem ini. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *