BONTAG – Warga RT 9 Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, mengeluhkan dampak debu dari aktivitas proyek pembangunan kolam polder pengendali banjir yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir.
Karena merasa aduannya tak kunjung direspon kontraktor pelaksana, warga akhirnya mengadu ke DPRD Kota Bontang.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam bersama Komisi C DPRD melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada Senin (10/8/2026).
Dalam peninjauan tersebut, dewan meminta pelaksana proyek tidak mengabaikan dampak lingkungan yang dialami pemukiman sekitar.
Rahman, salah seorang warga RT 9 Tanjung Laut, mengungkapkan bahwa masyarakat sudah berulang kali menyampaikan keluhan terkait kepulan debu kepada pihak pelaksana proyek, PT Bumi Lasinrang. Namun, keluhan tersebut selalu direspon dengan alasan kendala teknis.
“Sudah berulang kali kami keluhkan. Kami minta penyiraman dilakukan dua kali sehari karena debunya sangat mengganggu,” ujar Rahman.
Rahman menambahkan, paparan debu saban hari tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga dikhawatirkan dapat memicu gangguan kesehatan, khususnya bagi anak-anak yang tinggal di sekitar areal proyek polder.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mendesak agar kontraktor tidak bergeming atas dampak negatif yang dirasakan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa polder bertujuan menyelesaikan persoalan banjir, sehingga proses pengerjaannya jangan sampai memicu masalah baru.
“Jangan dibiarkan. Apalagi polder ini dibangun untuk mengurangi banjir. Jangan sampai menimbulkan masalah baru,” tegas Andi Faiz.
Andi Faiz juga menekankan agar PT Bumi Lasinrang tidak kaku dan sekadar berpatokan pada Rencana Anggaran Biaya (RAB), melainkan harus memiliki kepedulian sosial untuk meminimalisasi dampak pengerjaan terhadap warga sekitar.
Menanggapi teguran dewan dan desakan warga, perwakilan PT Bumi Lasinrang, Nana, berjanji akan segera mengambil langkah perbaikan. Ia menjelaskan bahwa selama ini fokus penyiraman berada di area pembuangan tanah yang dilakukan hingga tiga kali sehari.
“Siap, kami akan mulai penyiraman hari ini,” ujar Nana.
Untuk diketahui, proyek Polder Tanjung Laut ini dikerjakan oleh PT Bumi Lasinrang dengan nilai kontrak mencapai Rp 38,5 miliar. Hingga saat ini, progres pengerjaan fisik proyek penanggulangan banjir tersebut baru mencatatkan angka 5 persen.(Adv)












