Advertorial

DPRD Bontang Kawal Proyek HOP 1 Senilai 17,5 Miliar, Hasil Diminta Sesuai Desain

12
×

DPRD Bontang Kawal Proyek HOP 1 Senilai 17,5 Miliar, Hasil Diminta Sesuai Desain

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam bersama komisi C DPRD Bontang meninjau proyek fasilitas publik HOP 1 di Kelurahan Satimpo senilai Rp 17,5 miliar mencatat progres pengerjaan 22 persen dan ditargetkan rampung Desember 2026.
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam bersama komisi C DPRD Bontang meninjau proyek fasilitas publik HOP 1 di Kelurahan Satimpo senilai Rp 17,5 miliar mencatat progres pengerjaan 22 persen dan ditargetkan rampung Desember 2026.

BONTANG – Pembangunan lanjutan fasilitas publik di kawasan HOP 1, Kelurahan Satimpo, terus dipacu agar rampung tepat waktu pada Desember 2026 mendatang. Proyek senilai Rp17,5 miliar yang digarap oleh PT Gariyan Alfath Saguna tersebut saat ini telah mencatatkan progres pengerjaan hingga 22 persen.

Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari sarana olahraga hingga ruang interaksi keluarga. Oleh sebab itu, ketepatan hasil pengerjaan dengan perencanaan desain menjadi aspek utama yang terus dikawal secara ketat.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menegaskan pentingnya pengawasan secara ketat agar fisik bangunan sesuai dengan visual perencanaan dan memiliki nilai estetika yang tinggi.

“Kita harus memastikan perencanaan dan pengawasannya betul-betul bisa menghadirkan kondisi ril di lapangan sesuai dengan gambar. Kita jangan mau ketika kita lihat gambarnya bagus, ternyata nanti hasilnya tidak sesuai,” ujar Andi Faiz saat sidak, Senin (10/8/2026).

Ia juga menekankan bahwa kualitas pengerjaan proyek ini akan berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat Kota Bontang yang nantinya memanfaatkan kawasan tersebut.

“Oleh karena itu, saya mewanti-wanti bahwa pekerjaan ini memerlukan sentuhan seni artistik yang baik. Maka, perlu pengawasan yang baik pula agar hasilnya benar-benar berkualitas. Sebab, masyarakat Kota Bontang nantinya akan datang ke sini untuk berolahraga, menghabiskan waktu bersama keluarga, dan melakukan berbagai aktivitas lainnya. Jadi, kita perlu memastikan pekerjaan ini menghasilkan sesuatu yang benar-benar baik,” lanjutnya.

Sebagai bentuk komitmen pengawasan, Andi Faizal berencana melakukan inspeksi langsung ke lokasi proyek pada Oktober 2026 mendatang untuk memastikan seluruh pekerjaan dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak asal-asalan.

“Di gambar terlihat bagus. Jangan sampai hasil akhirnya justru mengecewakan. Kami tentu akan meminta pertanggungjawaban,” tegasnya.

Di sisi teknis, Pemerintah Kota Bontang memastikan bahwa seluruh fasilitas sarana olahraga dibangun dengan merujuk pada standar dan desain yang telah disepakati. Selain itu, alokasi anggaran yang dikucurkan juga mencakup pemeliharaan infrastruktur penunjang lainnya di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan Dinas PUPR Bontang, Robysai Manassa Malisa, menjelaskan bahwa ruang lingkup pekerjaan ini tidak hanya berfokus pada fasilitas outdoor, tetapi juga mencakup perawatan Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM). Ia pun berharap penyedia jasa dapat menjaga ritme kerja sehingga seluruh item pembangunan selesai sesuai dengan masa kontrak yang telah ditetapkan.

“Anggaran juga mencakup pemeliharaan RKM. Tahun depan kami usulkan pembangunan panggung kreasi,” ungkap Robysai.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *