BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang mengingatkan pemerintah daerah dan pengelola aktivitas pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan buaya muara di kawasan permukiman atas air. Kemunculan satwa tersebut dinilai berpotensi membahayakan warga maupun wisatawan.
Ketua Komisi B DPRD Bontang Rustam menyoroti kemunculan buaya di sejumlah wilayah perairan Kota Bontang. Menurutnya, keberadaan satwa berukuran besar tersebut perlu menjadi perhatian karena beberapa kali terlihat di sekitar pesisir laut dan menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai.
“Kalau buaya pada umumnya hidup di air tawar ketemu air asin. Ini mereka sudah ada yang di air laut,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Wilayah seperti Bontang Kuala, Loktuan, hingga kawasan perairan sekitar industri menjadi sejumlah lokasi yang disebut pernah terdapat penampakan buaya. Rustam juga menyebut adanya buaya dengan panjang sekitar lima meter di kawasan Kaltim Badak.
“Contoh di BK, contoh di Loktuan. Dan yang baru-baru Kemarin di Badak besar sekali itu, lima meter,” kata Rustam.
Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi, terutama karena aktivitas masyarakat dan wisatawan di kawasan pesisir terus meningkat. Keberadaan tempat wisata dan aktivitas malam di atas perairan juga perlu mempertimbangkan faktor keselamatan dari ancaman satwa liar.
Rustam mengingatkan, apabila terjadi serangan terhadap warga atau wisatawan, persoalannya tidak hanya menyangkut korban, tetapi juga dapat berdampak pada sejumlah instansi pemerintah yang berkaitan dengan penanganan kejadian tersebut.
Karena itu, Rustam mendorong instansi terkait meningkatkan pengawasan di kawasan pesisir.
Sistem imbauan keselamatan juga perlu diperkuat, terutama di lokasi yang berdekatan dengan habitat atau jalur kemunculan buaya.
Langkah pencegahan dinilai penting untuk mengurangi potensi konflik antara manusia dan satwa liar. Warga maupun pengunjung di kawasan pesisir juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan buaya.
“Jadi itu yang harus diwaspadai, jangan sampai ada kejadian yang tidak kita inginkan,” tutup Rustam.












