Advertorial

Dishub Bontang Sebut Rute Bontang-Mamuju Diperkirakan Buka Tahun Depan

27
×

Dishub Bontang Sebut Rute Bontang-Mamuju Diperkirakan Buka Tahun Depan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dishub Bontang Taupan Kurnia (foto:Ritme)
Kepala Dishub Bontang Taupan Kurnia (foto:Ritme)

BONTANG – Rute pelayaran kapal cepat dari Pelabuhan Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menuju Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) akan segera hadir.

Beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Bontang diwakili Wakil Wali Kota Agus Haris menggandeng Dinas Perhubungan telah melakukan koordinasi pada sejumlah pihak. Termasuk penyedia jasa penyeberangan.

Kepala Dinas Perhubungan Taupan Kurnia, mengatakan telah mendatangi PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Balikpapan dan PT PELNI yang melayani jasa penyeberangan kapal antarwilayah seperti rute Balikpapan-Mamuju.

Ia mengatakan perusahaan penyedia jasa penyeberangan terebut sangat terbuka dan mendukung rencana pembukaan jalur laut Bontang-Mamuju.

“Kita sudah berkoordinasi, berkonsultasi dengan operator-operator pelayaran yang sudah melayari Kaltim. Kita intinya bagaimana bisa membuka konektivitas Bontang dengan Sulawesi Barat Karena itu manfaatnya sangat besar,” kata Kepala Dishub Bontang Taupan Kurnia, saat ditemui di ruangannya, Rabu 1 Juli 2026.

“Pihak PELNI semuanya welcome sih sebenarnya,” tambahnya.

Ia menyebut Pemerintah Kota Bontang akan terus berusaha keras untuk mewujudkan rencana ini. Mengingat potensi mobilitas yang semakin tinggi di Kota Bontang, jika rute ini dapat berjalan.

Dari hasi koordinasi dengan sejumlah pihak, Taupan menyebut, sangat dimungkinkan rute ini dapat berjalan di tahun 2027 mendatang.

“Tahun depan, tetapi jika urusannya lancar kita harap begitu, bisa lebih cepat lagi kita jalankan,” tandasnya.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Agus Haris juga telah melaksanakan rapat teknis bersama Direktur Cabang PT ASDP Balikpapan.

Katanya, konektivitas dengan Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan memiliki potensi besar dalam mendukung distribusi logistik serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Rencana ini juga merupakan aspirasi masyarakat dan telah dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan sebagai langkah awal realisasi.

“Ketergantungan Bontang terhadap pasokan dari luar daerah, khususnya Surabaya, menjadi alasan utama perlunya jalur distribusi alternatif,” kata Agus Haris. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *