Advertorial

Komisi B DPRD Bontang Rencanakan Sidak ke SPBU, Antrean BBM Dinilai Perlu Penjelasan Pertamina

14
×

Komisi B DPRD Bontang Rencanakan Sidak ke SPBU, Antrean BBM Dinilai Perlu Penjelasan Pertamina

Sebarkan artikel ini
Wakil ketua komisi b DPRD kota Bontang Winardi berencana melakukan inspeksi mendadak terkait antrean BBM yang mengular.(dok: ritmee)
Wakil ketua komisi b DPRD kota Bontang Winardi berencana melakukan inspeksi mendadak terkait antrean BBM yang mengular.(dok: ritmee)

BONTANG – Komisi B DPRD Kota Bontang berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara tertutup ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Langkah itu diambil menyusul kembali terjadinya antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang dikeluhkan masyarakat.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Winardi, mengatakan sidak dilakukan tanpa pemberitahuan agar dewan dapat melihat kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kita harus melakukan sidak, tetapi waktunya tidak boleh diumumkan. Kita akan jadwalkan diam-diam, agar bisa melihat kondisi di lapangan secara langsung,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Winardi, menilai antrean kendaraan di sejumlah SPBU perlu segera mendapat penjelasan dari pihak Pertamina. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima DPRD, stok bahan bakar minyak (BBM) untuk Kota Bontang selama ini dalam kondisi aman sehingga antrean seharusnya tidak kembali terjadi.

Menurutnya, Pertamina perlu menjelaskan secara terbuka penyebab antrean tersebut, apakah dipicu keterlambatan distribusi dari depo ke SPBU atau adanya kendala lain dalam proses penyaluran BBM.

“Selama ini kan informasinya stok BBM di Bontang aman. Karena itu, kami minta Pertamina menjelaskan apa sebenarnya penyebab antrean ini kembali terjadi. Kalau memang ada kendala distribusi atau persoalan lain, harus disampaikan agar masyarakat juga paham,” beber Awin.

Diketahui, antrean kendaraan kembali terlihat di sejumlah SPBU di Kota Bontang, di antaranya SPBU Kopkar Kilometer 6 di Jalan Brigjen Katamso, SPBU Akawi di Jalan MT Haryono, serta SPBU Tanjung Laut. Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat karena waktu tunggu pengisian BBM menjadi lebih lama dibanding hari-hari biasa.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *