BONTANG – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang menggelar monitoring dan evaluasi penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI) Tahun 2025 serta kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial, Selasa 9 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bapperida Bontang, Syarifuddin, didampingi Kepala Bidang Pembangunan Perekonomian, Infrastruktur dan Kewilayahan, Noni Agetha, serta melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bontang.
Dalam kegiatan itu, Bapperida mengevaluasi pelaksanaan SDI yang selama ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah.
Syarifuddin mengatakan kualitas data menjadi faktor utama dalam menghasilkan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Menurutnya, data yang akurat dan terintegrasi akan membantu pemerintah daerah menyusun program pembangunan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
“Data yang berkualitas sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan. Selain itu, data juga menjadi dasar dalam mengevaluasi capaian pembangunan dan menentukan arah kebijakan secara lebih objektif,” ujarnya.
Dalam evaluasi tersebut, sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kualitas data, keterpaduan antarperangkat daerah, hingga pemanfaatan data dalam proses pengambilan keputusan.
Selain membahas penyelenggaraan SDI, forum itu juga mengevaluasi kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial yang berperan menyediakan data spasial bagi kebutuhan pembangunan daerah.
Kepala Bidang Pembangunan Perekonomian, Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kota Bontang, Noni Agetha, menilai informasi geospasial memiliki fungsi strategis dalam mendukung pembangunan wilayah.
Menurutnya, data spasial yang akurat dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan sektor perekonomian, infrastruktur, tata ruang, hingga pelayanan publik berbasis lokasi.
“Informasi geospasial membantu pemerintah memahami kondisi wilayah secara lebih menyeluruh sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Hasil evaluasi nantinya akan menjadi bahan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Satu Data Indonesia dan pengelolaan informasi geospasial di Kota Bontang. Langkah ini diharap mampu mendukung proses perencanaan pembangunan yang lebih akurat, terukur, dan berbasis data. (Adv)












