BONTANG – Komposisi pimpinan DPRD Kota Bontang kembali utuh setelah Joni Alla Padang resmi menempati posisi Wakil Ketua DPRD. Kondisi ini menjadi modal penting bagi lembaga legislatif untuk memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat pekerjaan yang telah menanti.
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan, kelengkapan unsur pimpinan akan memudahkan DPRD dalam mengatur dan mengawal berbagai agenda kelembagaan.
Menurutnya, sejumlah pekerjaan penting harus segera diselesaikan, mulai dari penataan alat kelengkapan dewan (AKD), pembahasan dokumen perencanaan dan penganggaran, hingga rancangan peraturan daerah.
“Kami berharap dengan lengkapnya unsur pimpinan, koordinasi di internal DPRD semakin baik sehingga agenda yang sudah tersusun bisa dijalankan secara efektif,” ujar Andi Faizal, Selasa (1/9/2026).
Selain fungsi legislasi dan anggaran, DPRD juga memiliki tugas pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah. Karena itu, Andi Faizal menilai setiap agenda membutuhkan komunikasi yang terukur antara pimpinan, anggota dewan, serta pemerintah daerah.
“Pekerjaan ke depan cukup banyak. Karena itu, seluruh proses harus dijalankan dengan tertib, transparan dan akuntabel, serta tetap mengutamakan kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai perbedaan pendapat yang muncul dalam pembahasan di DPRD bukan persoalan yang harus dihindari. Perbedaan tersebut justru merupakan bagian dari proses demokrasi selama keputusan akhirnya diarahkan pada kepentingan daerah.
“Dinamika dan perbedaan pandangan itu hal yang biasa. Yang terpenting, semuanya harus dikembalikan pada kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat Bontang,” jelasnya.
Dengan kembali lengkapnya struktur pimpinan, DPRD diharapkan mampu menjalankan tiga fungsi utamanya secara lebih optimal, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni turut menyambut baik hal tersebut. Menurutnya, kelengkapan pimpinan DPRD dapat menjadi penguat hubungan kerja antara pemerintah daerah dan legislatif.
“Pemerintah Kota Bontang optimis koordinasi lintas lembaga akan semakin solid dengan struktur pimpinan DPRD yang kembali lengkap,” kata Neni.
Ia memastikan Pemkot Bontang siap membuka ruang komunikasi bersama DPRD, khususnya dalam pembahasan dan pengawalan program pembangunan.
“Kami terbuka terhadap komunikasi yang konstruktif. Sinergi kebijakan perlu terus diperkuat agar program prioritas daerah dapat berjalan dan tata kelola pemerintahan semakin transparan, akuntabel, serta inklusif,” pungkasnya.(Adv)












