BONTANG – Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM) Bontang yang hingga kini belum difungsikan kembali mendapat pekerjaan perbaikan.
Kondisi tersebut memicu perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang yang mempertanyakan kualitas bangunan yang sebelumnya telah dinyatakan rampung pada akhir 2024.
Sorotan itu disampaikan saat Komisi C DPRD Bontang bersama Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan pengembangan fasilitas Lapangan Hop 1 Mini Soccer, Kelurahan Satimpo, Senin (10/8/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Gedung RKM menjadi salah satu objek yang diperiksa. Andi Faiz menyoroti kondisi bangunan yang belum sempat digunakan masyarakat, tetapi sudah kembali masuk dalam pekerjaan proyek.
“Ini belum pernah dipakai, tapi sudah dibaiki,” ujar Andi Faizal.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikri, mengatakan Gedung RKM telah lama tidak difungsikan sekitar tiga tahunan. Karena itu, pekerjaan yang saat ini dilakukan diminta tidak sekadar memperbaiki bagian yang terlihat bermasalah, tetapi harus memastikan seluruh persoalan bangunan terselesaikan.
Selain itu, kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian agar persoalan serupa tidak kembali muncul setelah pekerjaan dinyatakan selesai.
“Jangan sampai selesai, muncul masalah lagi,” tegasnya.
Alfin juga memastikan DPRD akan kembali turun ke lapangan untuk melihat hasil pekerjaan setelah seluruh proyek rampung.
“Nanti setelah selesai kami akan lakukan sidak kembali,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang dan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Robysai Manassa Malisa, menjelaskan pekerjaan Gedung RKM merupakan bagian dari pembangunan lanjutan untuk menyempurnakan fungsi bangunan sekaligus menangani sejumlah bagian yang membutuhkan perbaikan.
Salah satu penanganan dilakukan pada area tenant di bagian depan gedung. Material lantai yang sebelumnya menggunakan vinyl diganti dengan keramik granit. Perbaikan juga dilakukan pada bagian dak bangunan yang mengalami kebocoran. PUPRK memasang membran sebagai upaya mencegah air kembali merembes ke dalam bangunan. Sejumlah fasilitas pendukung lainnya, termasuk keran toilet, turut diperbaiki.
“Pengerjaan RKM ini lanjutan pembangunan untuk penyempurnaan fungsional sekaligus dibarengi perbaikan,” jelas Robysai.
Dia menambahkan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari satu paket pengembangan lanjutan kawasan Lapangan Hop 1 Mini Soccer. Paket senilai Rp 17,5 miliar itu juga mencakup pembangunan jogging track, lapangan voli, playground, ornamen totem, kursi taman, lampu taman, pagar, serta area parkir.
Robysai mengatakan keseluruhan pekerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Sementara nominal yang secara khusus dialokasikan untuk perbaikan dan penyempurnaan Gedung RKM belum dirincikan karena seluruh pekerjaan berada dalam satu paket.
“Intinya sepaket dengan pembangunan lanjutan Lapangan Hop 1. Kita targetkan keseluruhan pada Desember 2026,” pungkasnya.(Adv)












