BONTANG – Sejumlah bagian Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM) Bontang kini mendapat penanganan dalam proyek lanjutan kawasan Lapangan Hop 1 Mini Soccer, Kelurahan Satimpo. Perbaikan dilakukan bersamaan dengan penyempurnaan fungsi bangunan.
Kepala Bidang Tata Ruang dan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Robysai Manassa Malisa, mengatakan pekerjaan tersebut mencakup sejumlah bagian yang dinilai membutuhkan penyempurnaan.
Salah satunya berada di area tenant bagian depan gedung. Material lantai yang sebelumnya menggunakan vinyl diganti menjadi keramik granit.
“Pengerjaan RKM merupakan lanjutan pembangunan penyempurnaan fungsional sekaligus dibarengi dengan perbaikan,” kata Robysai saat sidak DPRD Bontang, Senin (10/8/2026).
Selain lantai, bagian dak bangunan juga menjadi sasaran pekerjaan, termasuk penanganan kebocoran melalui pemasangan membran untuk mencegah air kembali merembes ke dalam gedung. Perbaikan turut menyentuh fasilitas pendukung, seperti sejumlah keran toilet yang membutuhkan penanganan.
Perbaikan tersebut diketahui tidak memiliki anggaran tersendiri, melainkan seluruh pekerjaan Gedung RKM menjadi bagian dari satu paket pembangunan lanjutan fasilitas Lapangan HOP 1 dengan nilai Rp17,5 miliar.
“Intinya sepaket dengan pembangunan lanjutan Lapangan Hop 1,” timpalnya.
Selain RKM, paket tersebut meliputi pembangunan jogging track, lapangan voli, playground, ornamen totem, kursi taman, lampu taman, pagar, dan area parkir. Untuk nilai yang secara khusus dialokasikan bagi perbaikan Gedung RKM.
“Datanya ada di laptop,” imbuhnya.
Proyek pengembangan kawasan tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026. Setelah seluruh pekerjaan selesai, DPRD Bontang berencana kembali melakukan pengecekan.
Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikri, menegaskan pemeriksaan ulang diperlukan untuk memastikan pekerjaan tidak menyisakan persoalan baru.
“Nanti setelah selesai kami akan lakukan sidak kembali,” tegasnya.
Menurut Alfin, perhatian DPRD terhadap Gedung RKM muncul lantaran bangunan tersebut sebelumnya telah rampung pada akhir 2024 dengan anggaran sekitar Rp4,9 miliar. Namun, hingga Agustus 2026, gedung belum difungsikan.
“Belum dipakai tapi sudah harus diperbaiki lagi,” tandasnya.(Adv)












