BONTANG – Pelaksanaan proyek pemasangan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Bontang kembali menuai sorotan dari DPRD Kota Bontang. Komisi C menilai kontraktor pelaksana proyek kali ini menunjukkan kinerja paling buruk dibandingkan pelaksanaan jargas pada periode-periode sebelumnya.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib, bahkan melontarkan kritik keras terhadap perusahaan pelaksana. Menurutnya, selama empat kali pelaksanaan proyek jargas di Kota Bontang, kontraktor saat ini merupakan yang paling bermasalah.
“Bahwa selama empat periode pemasangan jargas di Kota Bontang, kontraktor inilah yang paling berengsek,” tegas Sahib.
Ia mengungkapkan, banyak lubang bekas galian yang dibiarkan terbuka hingga dua sampai tiga bulan tanpa dilakukan penimbunan. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan pengguna jalan dan telah menyebabkan sejumlah warga mengalami kecelakaan.
“Dia itu kalau mengerjakan, lubangnya bisa sampai dua bulan, tiga bulan tidak ditimbun. Dan sudah banyak masyarakat yang jatuh ke lubang itu,” timpalnya.
Sahib juga menolak alasan kekurangan tenaga kerja yang disampaikan kontraktor. Menurutnya, persoalan tersebut merupakan tanggung jawab perusahaan dan tidak boleh dijadikan pembenaran atas keterlambatan pekerjaan.
“Dengan bahasanya saya lihat di media bahwa dia itu kekurangan tenaga kerja, itu tidak bisa seperti itu. Tidak boleh jadi alasan teknis. Kenapa mesti ngambil proyek itu kalau tenaga kerjamu tidak ada,” pungkasnya.
Sebagai seseorang yang memiliki pengalaman sebagai kontraktor, Sahib menilai persoalan tersebut menunjukkan ketidakprofesionalan pelaksana proyek.
“Saya ini orang kontraktor, tahu. Jadi tidak ada alasan bahwa lubang menganga seperti itu berbulan-bulan. Yang jelas yang ada sekarang itu adalah kontraktornya yang tidak profesional,” imbuhnya.(Adv)












